Cara Budidaya Tanaman Jawawut Secara Organik

Cara Budidaya Tanaman Jawawut Secara Organik – dalam ilmu agroteknologi tanaman Jawawut adalah salah satu tanaman yang dengan mudah bisa beradaptasi terhadap kondisi curah hujan yang rendah hingga daerah yang jarang ada hujan / daerah kering asalkan kekeringan yang dimaksud tak terlalu panjang dan juga tidak mampu tumbuh pada lahan yang kelebihan air atau genangan air.

Berikut di bawah ini kami berikan hal – hal apa saja yang dibutuhkan dalam hubungannya dengan pengembangan budidaya tanaman Jawawut secara organik adalah sebagai berikut :

Syarat Utama Tumbuh Tanaman Jawawut

  1. Tanaman Jawawut akan menghasilkan panen secara optimal jika dibudidayakan pada curah hujan rata – rata kurang dari 125 mm dengan ketinggian lahan bisa mencapai 2000 meter di atas permukaan laut.
  2. Tanah / lahan yang dimanfaatkan untuk melakukan budidaya tanaman Jawawut adalah jenis tanah dengan kondisi subur serta jenis tanah lainnya seperti tanah berpasir hingga tanah liat yang kondisinya agak padat.
  3. Tanaman Jawawut akan tetap mampu tumbuh subur meskipun budidayanya dilakukan pada tanah dengan kondisi kandungan unsur hara yang sedikit.

Pemilihan Benih Jawawut

Secara garis besar tanaman Jawawut bisa dikembangbiakkan melalui benih berupa biji, caranya yaitu dengan menaburkan secara merata pada lahan atau memasukkan biji ke dalam masing – masing lubang dengan jumlah benih kisaran 8 s/d 10 Kg. per hektar. Benih Jawawut yang bagus untuk dibudidayakan adalah Jawawut yang memiliki ukuran besar termasuk ke dalam kelompok ‘pear millet’ atau ‘pennisetum glaucum’. Sedangkan benih yang memiliki ukuran lebih kecil merupakan jenis Jawawut yang termasuk ke dalam kelompok ‘panicum miliaceum’.

Persiapan Lahan Untuk Menanam Pohon Jawawut

Tanah dengan kondisi khusus tak begitu dibutuhkan dalam membudidayakan tanaman Jawawut, maka dari itu di dalam pengolahan lahan harus mengenal jenis – jenis kondisi tanah yang dapat dibagi menjadi 3 antara lain :

  • Tanah / lahan baru : tanah jenis ini membutuhkan kegiatan pembersihan tanah dari gulma untuk selanjutnya dilakukan pembajakan pada area lahan yang akan digunakan untuk budidaya tanaman Jawawut hingga kondisi lahan menjadi gembur dan terlihat subur supaya nantinya sistem perakaran pada tanaman ini menjadi mudah berkembang di dalamnya.
  • Tanah / lahan dengan kesuburan yang cukup baik : dapat diperoleh dengan cara membersihkan lahan bersangkutan dari rumput liar / gulma untuk selanjutnya membajak sedikit saja pada bagian tanah yang dianggap kurang subur guna mencegah tanah yang banyak mengandung humus tak ikut tertanam lagi setelah proses penanaman selesai dilakukan.
  • Tanah / lahan dengan tingkat kesuburan yang baik : untuk jenis tanah / lahan seperti ini sudah tak membutuhkan olah tanah.

Tanah / lahan yang sudah dipersiapkan sebelumnya seperti tersebut di atas selanjutnya dibuatkan ‘guludan’ disesuaikan dengan keperluan dan mengetahui kondisi tanah / lahan yang akan dijadikan sebagai media tanam tanaman Jawawut.

Guludan dipersiapkan dengan tujuan untuk memperbaiki sistem ‘drainase’ dan juga mencegah air tak menggenang pada lahan budidaya menanam tanaman Jawawut.

Penanaman Pohon Jawawut

Bibit / benih tanaman Jawawut yang sudah disiapkan sebelumnya bisa langsung ditanam dalam tanah sejumlah satu jumput / secukupnya. Masing – masing tanaman diberi jarak antara 70 x 25 Cm atau 75 x 25 Cm pada lahan seluas 2 x 3 meter.

Pemberian Pupuk Pada Tanaman Jawawut

Untuk mendapatkan hasil panen biji – biji Jawawut yang bernas maka lakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk yaitu pupuk urea, TSP dan KC1.

Pengairan Tanaman Jawawut

Guna membantu mendapatkan kondisi pohon Jawawut agar pertumbuhannya subur maka membutuhkan sistem pengairan dalam jumlah yang mencukupi. Dalam sehari disarankan untuk melakukan penyiraman sebanyak 2 kali agar tanaman Jawawut tak terlalu kering keadaannya.

Pemanenan Tanaman Jawawut

Tanaman Jawawut sudah siap untuk dipanen dengan ditandai adanya biji – biji yang bernas  dan agak keras, pada daun bagian atas sudah mulai menguning bahkan sebagian menjadi agak kering dan rata – rata umur tanaman ini kisaran 3 s/d 4 bulan.

Cara memanen biji – biji Jawawut yang sudah bernas adalah memotong dibagian pangkal tangkai atau ‘malai’ Buah Jawawut. Tangkai – tangkainya dipotong sepanjang 15 s/d 25 Cm.

dimana disarankan untuk memanen tanaman ini pada waktu pagi menjelang siang atau ketika hari sedang cerah.

Demikian kami menjelaskan tentang : Cara Budidaya Tanaman Jawawut Secara Organik, semoga dapat menambah wawasan dan bermanfaat !