Cara Pawang Hujan Mengendalikan Hujan

Sebanyak 17 pemimpin daerah di Jawa Tengah dipasang di lapangan Pancasila Simpanglima, di Semarang, Rabu (17/2/2016). Seperti musim hujan, pengelola hujan terlibat dalam kegiatan ini untuk meluncurkan acara.

Begini Cara Kerja Pawang Hujan Mengendalikan Hujan

Kepala humas pemerintah provinsi Jawa Tengah, Sinoeng Rachmadi, mengatakan partainya telah menyiapkan petugas hujan. Pertimbangannya, ramalan BMKG yang menyebutkan waktu sangat mudah diubah.

“Kami benar-benar meminta dukungan manajer hujan,” kata Sinoeng di Semarang

Seorang Mbah Bejo, biasanya dipanggil salah satu pengelola hujan, diminta untuk membantu mengendalikan hujan selama acara. Jadi bagaimana cara manajer hujan bekerja?
baca juga : doa meminta hujan

Dalam mengendalikan hujan, jelasnya, pilihan pertama adalah memindahkan atau memindahkan hujan. Jika belum memungkinkan, satu-satunya cara untuk mempertahankannya selama mungkin.

“Setiap manajer akan melakukan survei posisi. Ini adalah musim hujan atau tidak. Seorang manajer profesional selalu menggerakkan hujan ke arah laut,” kata Mbah Bejo

Pria yang bernama asli Nuryanto mengatakan persyaratan survei tidak harus dibuat. Semakin banyak energi (bioenergi) yang mereka miliki, manajer dapat bekerja dari jarak jauh.

Tujuan survei adalah membaca arah angin, sehingga energi yang dikonsumsi tidak terlalu besar.

Survei ini juga berfungsi untuk mempelajari otoritas okultis tempat acara berlangsung. Mbah Bejo mengatakan bahwa ada penguasa atas elemen-elemen ini, seperti Avatar, yang mampu mengendalikan air, angin, api, dan lainnya.

“Seorang manajer yang berkualitas akan bekerja dengan otoritas air dan angin,” katanya.

Selama bekerja, kehadiran manajer dalam suatu posisi sangat berpengaruh pada keseluruhan proses. Tetapi itu tidak berarti bahwa itu harus selalu menjadi masalah. Seorang manajer dapat menyingkirkan hujan di sebuah acara pesta di kota bahkan jika manajer dapat melakukannya di kota lain.

Efeknya seketika dan sepertinya tidak berpengaruh pada posisi keberadaannya. Meski begitu, proses kerja jarak jauh kurang efisien dan cenderung mengkonsumsi lebih banyak energi, tenaga dan biaya.

Karena itu Mbah Bejo telah mengundang untuk memperhatikan hari-hari terakhir sebelum acara. Dia mengatakan dia telah bekerja untuk membuat hujan turun beberapa hari sebelumnya. Ini karena waktu bertepatan dengan musim hujan dan perayaan Cap Go Meh.

“Dalam dua atau tiga hari terakhir hujan sudah sangat deras, kan? Ini bagaimana awannya tidak terlalu tebal dan jika ingin menahan, proses menahan hujan menjadi lebih ringan,” kata Mbah Bejo.

Selanjutnya, proses percepatan hujan paling baik dilakukan pada malam hari atau dini hari karena udaranya lebih dingin dan proses kondensasi lebih mudah. Lebih jauh, aktivitas malam hari cenderung menurun, sehingga tidak ada banyak gangguan eksternal ketika ritual pengurangan hujan dilakukan.

Bagaimana hujan bisa disimpan / dipindahkan?

“Secara umum, yang dipegang atau dipindahkan adalah awan yang menyebabkan hujan. Ini bukan hujan,” kata Mbah Bejo.

Dia menjelaskan bahwa awan yang sebenarnya adalah kumpulan penguapan uap air (evaporasi), di mana ada muatan elektron. Tuduhan elektron ini digunakan oleh para praktisi pengelola hujan untuk dimanipulasi, jelas dengan perawatan dan ritual tertentu.

Rain handler memiliki cukup banyak kekuatan internal di dalamnya, beberapa cara dapat mempengaruhi medan magnet benda lain (telekinesis), termasuk awan. Dengan memainkan medan magnet, pengelola hujan dapat mendorong, memindahkan, menahan, bahkan menurunkan / menghisap (berubah menjadi hujan) atau sekadar membawa awan dari daerah lain (menjadi keruh / teduh).

“Yang paling sulit adalah mengumpulkan awan dan membuatnya hujan di suatu tempat di musim kemarau. Memegang atau memindahkan hujan lebih ringan karena menggunakan bantuan angin,” kata Mbah Bejo.

Selain kekuatan internal, cara lain untuk menahan awan adalah dengan energi batin. Energi batin diperoleh melalui kekuatan doa atau mantra. Ini bisa diperkuat oleh berbagai ritual dan lelaki yang khawatir, seperti puasa, mutih, ngableng, genius kesabaran, para nglowong dan lain-lain. Ada juga yang menggunakan khodam / makhluk gaib.

“Jika ada pawang hujan yang menggunakan persembahan, dia membakar dupa, memasang bawang, cabe di atas sapu, dia biasanya menggunakan khodam (jin maid),” kata Mbah Bejo.

Saat bekerja di pelantikan kepala daerah ini, Mbah Bejo merasa bahwa dia tidak hanya dimobilisasi, tetapi ada juga operator hujan lainnya. Hal yang paling mungkin adalah bekerja dengan manajer lain. Dia mengatakan akan menghindari tabrakan “kekuatan” selama perubahan awan.

“Jika satu pawang mendorong awan ke utara, yang lain harus ke utara juga. Jangan sampe arahnya berbeda. Akan terjadi benturan yang menjadi tantangan,” kata Mbah Bejo.

Sumber : waheedbaly.com