8 Jenis Material Finishing Interior yang Wajib Anda Ketahui

Setelah sebuah furnitur selesai dibuat, tahap paling akhir adalah finishing yakni proses pelapisan dengan menggunakan material tertentu agar hasilnya lebih rapi dan cantik. Bahan ini jugalah yang akan ikut menentukan usia/tahan lama tidaknya sebuah furnitur. Agar Anda tak salah pilih, berikut jenis-jenis material finishing yang sering dipakai pada desain interior:

1. HPL

HPL atau High Pressure Laminate merupakan material finishing pertama yang terkenal kuat dan memiliki tingkat elastisitas yang tinggi. Ini karena campuran serat kayu dan akrilik yang terdapat di dalamnya. 

HPL biasanya tersedia dalam ukuran 120 cm x 240 cm dengan berbagai warna dan motif. Harga HPL bermotif polos umumnya paling murah, sedangkan yang paling mahal adalah HPL warna silver/gold

2. Akrilik

Material akrilik sangat cocok untuk Anda yang senang dengan warna-warna cerah nan hidup. Bahan ini biasanya digunakan pada dapur-dapur bernuansa modern. Kekurangan akrilik adalah sukar dilipat/dibengkokkan sehingga perlu disambung jika dipakai untuk finishingpada sudut furnitur.

3. Melamik

Merupakan material finishing berbentuk cairan melanine. Penggunaannya disemprotkan pada permukaan furnitur yang sudah didempul, diamplas, serta dicat dengan cairan tinner. Teknik finishing dengan material ini bisa menghasilkan 2 jenis furnitur, yakni dof (tidak mengilap) dan glossy(mengilap).

Umumnya, furnitur yang dilapisi dengan teknik melamik adalah yang berbahan dasar kayu jati atau kayu solid. Cairan melanine sendiri akan memunculkan efek natural dan elegan pada furnitur tanpa menutup serat kayu aslinya.

4. Polyurethane (PU)

Jika Anda sedang mencari pelapis finishinguntuk eksterior gedung, polyurethane (PU) mungkin bisa menjadi pilihan yang sesuai. Dibandingkan dengan bahan-bahan sebelumnya, material ini merupakan jenis yang paling tebal filmnya. Tampilan polyurethane menyerupai plastik dan memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap panas maupun hujan. Sayangnya, material yang satu ini tergolong mahal, dan karena proses aplikasi yang cukup susah, masih sedikit pengrajin yang menggunakannya. 

5. Lacquer

Waterbased lacquer atau lebih umum disebut lacquer merupakan material finishing dengan tingkat ketahanan terhadap air dan goresan yang sangat baik. Bahan yang satu ini lebih banyak diminati oleh orang-orang Eropa.

6. Cat Duco

Seperti namanya, teknikfinishingyang satu ini memang menggunakan cat duco. Proses pengerjaannya sendiri hampir mirip dengan teknik melamik, yaitu menggunakan semprotan, tetapi dengan durasi yang lebih lama. 

Cat duco dengan warna dasar yang cenderung solid dan polos akan memberikan hasil akhir tampilan yang dofmaupun glossy. Nah, bedanya cat duco dengan melanine adalah serat pada furnitur akan tertutupi sehingga kesan minimalis, mewah, cerah, dan bersih akan terlihat.

7. Decosheet

Di Indonesia, material ini lebih umum disebut dengan decosif. Karakteristiknya adalah bahan yang tipis karena dibuat dari plastik. Decosheet tersedia dalam bentuk gulungan dengan lebar 120 cm dan tebal kurang dari 1 mm. Bahan ini memiliki motif yang sangat beragam dengan harga yang relatif murah, dibandingkan material finishinginterior lainnya.

8. Veneer

Merupakan material finishingyang dibuat dari serat kayu asli. Motifnya tergantung jenis kayunya, bisa berupa jati, sungkai, kamper, atau mahoni. Bahan ini akan memberikan tampilan yang sangat bagus dan alami pada furnitur. Veneer terbilang mahal dan aplikasinya harus dilakukan dengan hati-hati karena sangat tipis.

Nah, itulah jenis material finishing yang sering dipakai dalam dunia desain interior. Jika Anda berencana mendekorasi ruangan rumah, kantor, atau bahkan restoran, hubungi saja Gradasi Interior. Kami merupakan desainer interior profesional yang sudah dipercaya banyak klien dalam memenuhi kebutuhan dekorasi mereka.