Mie Sebagai Makanan Yang Digemari

Mie merupakan salah satu makanan yang paling banyak digemari masyarakat. Mie sendiri memiliki sejarah yang panjang dalam dunia kuliner. Berbagai bangsa bahkan berebut mengklaim baha mereka adalah penemu mie. Mulai bangsa Arab, China, dan Italia mengklaim bahwa mereka adalah penemu mie pertama.

Meskipun begitu, beberapa temuan arkeologi serta catatan sejarah mengarah kepada kesimpulan bahwa bangsa China lah penemu mie. Penggalian arkeologi pada tahun 2005 menemukan bahwa terdapat fosil mie tertua berusia sekitar 4000 tahun di wilayah Qinghai di negara Republik Rakyat China. Selain itu, catatan dari Dinasti Han yang berkuasa di China pada sekitar abad pertama dan kedua masehi menyebutkan tentang mie.

Di Eropa, masyarakatnya menyebut mie secara umum dengan dua sebutan. Yang pertama mereka menyebutnya noodle yang merupakan bahasa Inggris dari mie itu sendiri. Yang kedua, mengikuti orang Italia, mereka menyebutnya dengan nama pasta.

Sementara di Asia, mie merupakan turunan dari lamian dalam bahasa China. Di bahasa Jepang berubah menjadi Ramen, dan dalam bahasa Korea menjadi Ramyun. Kemudian dari China, mie menyebar ke wilayah lain khususnya di Asia Tenggara.

Terdapat perbedaan antara mie di Eropa dengan mie di Asia, Perbedaan ini bisa dilihat dari penggunaan bahan baku untuk membuat mie itu sendiri. Mie di Eropa menggunakan bahan baku utamanya adalah berbagai jenis gandum. Sementara di Asia, bahan yang digunakan lebih bervariasi mulai gandum, beras, hingga umbi-umbian.

Mie sendiri di banyak daerah merupakan makanan pokok yang biasa dimakan setiap hari. Hal tersebut terutama terjadi di kultur masyarakat wilayah Asia Timur maupun di beberapa wilayah Asia Tenggara. Selain karena dari budaya atau tradisi, konsumsi mie juga dipengaruhi oleh kepraktisannya untuk dimasak dan disajikan untuk dimakan.

Proses pembuatan mie sendiri bisa dikatakan cukup mudah yaitu dengan menyiapkan adonan mie yang berasal dari tepung kemudian diuleni dengan menggunakan tangan. Kemudian adonan yang sudah diuleni dipotong menjadi 4 kemudian dibuat bulat memanjang dan dipotong sehingga menjadi mie.

Selain cara manual biasanya untuk mendapatkan hasil yang terbaik digunakan mesin pengolah mie. Dengan menggunakan mesin pengolahan mie, maka akan didapatkan hasil dalam jumlah banyak namun tetap mampu menjaga kualitasnya. Mesin-mesin pengolahan mie saat ini cukup mudah didapatkan dengan banyaknya tempat jual mesin pengolah makanan. Ditambah lagi banyak pula tempat yang menjual secara online sehingga semakin praktis untuk mendapatkannya.

pengolah makanan. Ditambah lagi banyak pula tempat yang menjual secara online sehingga semakin praktis untuk mendapatkannya.

Ada berbagai jenis mie di hampir setiap negara. Mie tersebut memiliki kekhasan masing-masing di setiap negara bahkan di setiap daerah dalam suatu negara yang sama. Kekhasan tersebut bisa dari cara penyajiannya, bumbu yang digunakan, hingga bahan baku yang digunakan untuk menghasilkan berbagai jenis mie yang unik.

Diantara beberapa jenis mie yang cukup terkenal umumnya merupakan kuliner khas dari wilayah Asia yang terutama berada di wilayah Asia Timur. Sementara itu, ada beberapa wilayah yang tidak terlalu memiliki tradisi kuliner mie yang kuat namun ternyata memiliki beberapa jenis makanan olahan mie yang sangat nikmat. Beberapa diantaranya adalah Iran dengan kuliner dari mie yang dikenal dengan nama Ash Reshteh, wilayah Tibet dengan olahan kuliner mie yang disebut Thupa, di Turki ada kuliner mie yang disebut Kesme yang nikmat dimakan ketika musim dingin, dan Hawaii memiliki kuliner mie yang mendapat pengaruh dari Jepang yaitu mie saimin.